Jan
1
Mobile Phone, The Gadget Killer
Filed Under Analysis | Leave a Comment
Posted by mobile phone:
Saya memang menyebutnya demikian, Mobile Phone menjadi gadget pembunuh bagi gadget yang lain. Kenapa demikian? Tidakkah terlalu ekstrem? Read more
Dec
31
Mushola Please . . .
Filed Under Analysis | Leave a Comment
Posted by mobile phone:
Salah satu hal yang paling tidak saya sukai tentang Mal adalah ketiadaan Mushola yang representatif. Bagi umat Islam, mushola bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang muslim. Sehari paling tidak 5 kali kita diwajibkan melakukan sholat dan sangat disarankan melakukannya di Mushola atau Masjid. Read more
Dec
29
Mungkinkah Menghindar dari Mal?
Filed Under Mall | Leave a Comment
Sejujurnya, saya yang hidup di Jakarta mulai jenuh dengan apa yang dinamakan dengan Mal. Apa yang saya cari di Mal? Mungkin di Mal semua ada. Dari mulai perkakas rumah tangga, hingga urusan perawatan rambut. 10-20 tahun lalu kita kalau mencukur rambut, tempat yang pertama kali kita tuju bisa jadi adalah tukang potong rambut di dekat rumah, kalau di Jawa Tengah dan Jawa Timur kebanyakan dari Madura, dan kalau di Jakarta dan Jawa Barat berasal dari Garut. Sedangkan sekarang, tujuan pertama mungkin adalah salon yang ada di Mal, alasan kepraktisan yang muncul. Setelah potong rambut, bisa cuci mata siapa tahu bisa beli barang menarik. Read more
Oct
24
Rumah Kopi
Filed Under Uncategorized | Leave a Comment
Salah satu pilihan anda menikmati kopi di Pasar Modern Sinpasa. Bisa pula anda membeli berbagai macam kopi bubuk untuk anda bawa pulang.
Oct
23
Posted by mobile phone:
Kekuasaan tiada tanding selama bertahun-tahun yang dimiliki Cinema XXI (jelmaan dari Studio 21), sepertinya mulai mendapatkan tantangan yang cukup serius. Penantangnya yakni Blitz Megaplexs. Bahkan perseteruan ini sudah mulai menjangkau KPPU.
Dilihat sekilas, kedua tempat nonton film tersebut sepertinya tidaklah jauh berbeda konsepnya. Dua-duanya mengusung multi studio di satu tempat. Tempat menunggunya pun dibuat nyaman, ada tempat main game, buat nongkrong pun nyaman.
Yang membedakan adalah film yang diputar. Di Blitz terlihat lebih variatif. Misalnya film-film kelas festival dari bebeapa negara sering muncul disini, satu hal yang sulit didapatkan di Cinema XXI, yang kiblatnya lebih ke film Hollywood.
Jika ditilik dari harga tiket, Cinema XXI cenderung lebih murah, terutama di hari Senin-Jumat. Sedangkan di akhir pekan harga tiket ada penyesuaian.
Dan satu lagi adalah film Indonesia. Hal inilah yang menjadi masalah antara keduanya. Cinema XXI dituding memonopoli distribusi film Indonesia, sehingga Blitz tidak bisa memutar Film Indonesia. Hanya film Indonesia tertentu yang bisa diputar di Blitz. Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini? Kita tunggu saja.
Aug
29
Nggak ada matinya! Itu mungkin yang paling pas disematkan buat para usahawan di bidan telekomunikasi ini. Jika beberapa tahun lalu, jika berbicara masalah handphone, merek yang hinggap di kepala anda tidak lebih dari 5 merek saja. Sebut saja Nokia, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, Siemens. DenganĀ anda masih hafal satu persatu model yang ada, karena jumlahnya tidaklah terlalu banyak. Read more
Aug
29
Godaan Wholesales bagi Retailer
Filed Under Analysis | Leave a Comment
Dalam dunia perdagangan saat ini, jamak ditemui sebuah perusahaan perdagangan yang menjalankan dua hal yakni sebagai wholesaler,distributor, atau agen, dan juga sebagai retailer. Ada devisi khusus yang melakukan penjualan secara partai besar ke pihak tertentu, baik itu dealer, atau retailer skala kecil. Dan devisi yang membidangi penjualan khusus retail alias eceran alias penjualan ke konsumen akhir. Read more
Aug
22
Perang Hypermarket di Segala Lini
Persaingan antara Carrefour dan Hypermart mulai memasuki babak baru, yang mungkin lebih dahsyat dibanding babak sebelumnya. Hal ini bermula dari rencana penutupan Outlet Carrefour yang berada di Pluit Village. Read more
Jul
25
Resesi Modern Market
Filed Under Analysis, Carrefour, Headline, Traditional | 1 Comment
Modern Market boleh terlihat berjaya dibandingkan Pasar Tradisional. Bahkan KPPU pun memasang mata dan telinga lebar-lebar terhadap perkembangan Modern Market ini. Tapi, betulkah Modern Market memang berjaya? Read more
Jul
18
Jika pertanyaan itu diajukan kepada orang asing, pasti jawabannya adalah Ya. Tetapi jika ditujukan ke orang Indonesia asli adalah Tidak. Karena apa?
Apakah karena adanya bom orang akan mengurangi aktivitas keluar rumah terutama ke Mal? Mungkin satu dua hari hal ini akan terjadi. Tetapi begitu sudah melewati satu atau dua minggu, semua akan berjalan normal. Mereka lupa akan ledakan bom yang sudah terjadi.
Orang Indonesia lebih berani dari pada orang asing? Jawaban yang paling pas bisa jadi adalah karena orang Indonesia sadar bahwa Rejeki, Jodoh, dan MAUT adalah Rahasia Illahi yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Jangankan kena mati karena bom, orang berjalan kaki saja bisa tiba-tiba tertabrak mobil dan mati.
Itulah yang membedakan antara orang Indonesia dan orang asing.
Dan apakah Bom Jakarta kali ini akan berefek negatif ke dunia bisnis retail? Buat masyarakat bisnis retail, banyak masalah yang dihadapi selain dari pada bahaya bom. Daya beli yang terus menurun seiring seretnya penurunan bunga kredit perbankan. Harga-harga yang tak terjangkau oleh dompet masyarakat. Minimnya insentif dari Pemerintah ke dunia usaha retail, terutama pasar tradisional. Dan banyak hal lain lagi.
Even terdekat yang akan berlangsung di Jakarta adalah Jakarta Great Sale. Dengan karakter orang Indonesia seperti diatas dalam menghadapi situasi pasca pengeboman, saya pikir Jakarta Great Sale tidak akan terpengaruh ke masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Kalau berpengaruh ke turis asing yang diharapkan datang, mungkin saja. Karena pasti mereka takut untuk datang ke sini. Tetapi saya rasa tidak untuk orang-orang daerah yang mau ke Jakarta. Mereka yang memang sudah berniat berburu diskon di Jakarta Great Sale ini, pasti tidak peduli dengan adanya bom tadi.





