<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pembelian Alfa Supermarket oleh Carrefour Indonesia</title>
	<atom:link href="http://indonesiaretail.com/2008/01/07/pembelian-alfa-supermarket-oleh-carrefour-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiaretail.com/2008/01/07/pembelian-alfa-supermarket-oleh-carrefour-indonesia/</link>
	<description>Delivering Most Updated Indonesia Retail News</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 05:42:46 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Ata</title>
		<link>http://indonesiaretail.com/2008/01/07/pembelian-alfa-supermarket-oleh-carrefour-indonesia/comment-page-1/#comment-23</link>
		<dc:creator>Ata</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 15:38:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaretail.com/?p=47#comment-23</guid>
		<description>ya...seharusnya pemerintah konsisten dan memiliki komitmen untuk bersama-sama berjuang dengan rakyatnya agar tumbuh dan berkembang. Jangan biarkan rakyatnya berjuang sendiri memperjuangkan nasibnya. Lihatlah negara lain yang acuh terhadap rakyatnya, dan berjuang bersama rakyatnya untuk menembus pasar serta meninmgkatkan perkembangan usaha menuju kearah yang lebih baik.
Lindungilah usaha rakyat negeri sendiri agar mereka bisa bernafas dan hidup sejahtera, bukan sebaliknya.
Janganlah jadi penghianat dan penjahat yang dengan tega menjual negaranya hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Wasss.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya&#8230;seharusnya pemerintah konsisten dan memiliki komitmen untuk bersama-sama berjuang dengan rakyatnya agar tumbuh dan berkembang. Jangan biarkan rakyatnya berjuang sendiri memperjuangkan nasibnya. Lihatlah negara lain yang acuh terhadap rakyatnya, dan berjuang bersama rakyatnya untuk menembus pasar serta meninmgkatkan perkembangan usaha menuju kearah yang lebih baik.<br />
Lindungilah usaha rakyat negeri sendiri agar mereka bisa bernafas dan hidup sejahtera, bukan sebaliknya.<br />
Janganlah jadi penghianat dan penjahat yang dengan tega menjual negaranya hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.<br />
Wasss.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ali jusmono</title>
		<link>http://indonesiaretail.com/2008/01/07/pembelian-alfa-supermarket-oleh-carrefour-indonesia/comment-page-1/#comment-17</link>
		<dc:creator>ali jusmono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 05:05:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaretail.com/?p=47#comment-17</guid>
		<description>Salah satu dampak globalisasi investasi dan perdagangan ialah masuknya investor asing ke Indonesia termasuk sektor retail. Apakah pemain lokal mampu bersaing dengan pemain global tergantung pada kemampuan kapital,SDM, teknolgi dan jejaring distribusi yang bisa dibangun pemain lokal dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.Jika perundang-undangan misalkan secara tegas mengatur pemain retail raksasa hanya boleh bermain di sektor hypermarket dan tidak tidak boleh merambah supermarket, mini market dst. pasti pemain lokal boleh bernafas lega karena pesaing raksasa tidak akan mengganggunya. Tapi peraturan yang begitu pasti tidak akan pernah dikeluarkan oleh pemerintah karena invisible hand (tangan-tangan bayangan) pasti akan berusaha merubah isi peraturan yang tegas menjadi kata-kata yang bias (grey area)sehingga bisa menimbulkan berbagai tafsir yang berbeda tergantung siapa yang menafsirkan dan kepentingan mana yang ikut bermain.Semoga saja masih ada pemimpin bangsa Indonesia yang bersedih hati melihat rakyat Indonesia ngantri minyak tanah,sulit usaha tempe tahu, banyak yang bangkrut usaha ternak, garment,sepatu, dan banyak pasar tradisional yang bangkrut karena pelanggannya pada beli di supermarket, hypermarket. Komplitlah penderitaan bangsa Idonesia, jika akibat globalisasi, penguasa asing telah memiliki indosat, telkom, perbankan, penerbangan, maka tinggalah bangsa Indonesia ini menjadi penonton di negeri sendiri dan sekaligus penyewa tanah di tanah airnya sendiri, karena bisa jadi semua apartemen dan gedung perkantoran sahamnya sudah dibeli investor luar negeri. Adakah pemimpin bangsa Indonesia yang sedih memikirkan hal ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu dampak globalisasi investasi dan perdagangan ialah masuknya investor asing ke Indonesia termasuk sektor retail. Apakah pemain lokal mampu bersaing dengan pemain global tergantung pada kemampuan kapital,SDM, teknolgi dan jejaring distribusi yang bisa dibangun pemain lokal dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.Jika perundang-undangan misalkan secara tegas mengatur pemain retail raksasa hanya boleh bermain di sektor hypermarket dan tidak tidak boleh merambah supermarket, mini market dst. pasti pemain lokal boleh bernafas lega karena pesaing raksasa tidak akan mengganggunya. Tapi peraturan yang begitu pasti tidak akan pernah dikeluarkan oleh pemerintah karena invisible hand (tangan-tangan bayangan) pasti akan berusaha merubah isi peraturan yang tegas menjadi kata-kata yang bias (grey area)sehingga bisa menimbulkan berbagai tafsir yang berbeda tergantung siapa yang menafsirkan dan kepentingan mana yang ikut bermain.Semoga saja masih ada pemimpin bangsa Indonesia yang bersedih hati melihat rakyat Indonesia ngantri minyak tanah,sulit usaha tempe tahu, banyak yang bangkrut usaha ternak, garment,sepatu, dan banyak pasar tradisional yang bangkrut karena pelanggannya pada beli di supermarket, hypermarket. Komplitlah penderitaan bangsa Idonesia, jika akibat globalisasi, penguasa asing telah memiliki indosat, telkom, perbankan, penerbangan, maka tinggalah bangsa Indonesia ini menjadi penonton di negeri sendiri dan sekaligus penyewa tanah di tanah airnya sendiri, karena bisa jadi semua apartemen dan gedung perkantoran sahamnya sudah dibeli investor luar negeri. Adakah pemimpin bangsa Indonesia yang sedih memikirkan hal ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ali jusmono</title>
		<link>http://indonesiaretail.com/2008/01/07/pembelian-alfa-supermarket-oleh-carrefour-indonesia/comment-page-1/#comment-16</link>
		<dc:creator>ali jusmono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 04:55:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaretail.com/?p=47#comment-16</guid>
		<description>Salah satu dampak globalisasi investasi dan perdagangan ialah masuknya investor asing ke Indonesia termasuk sektor retail. Apakah pemain lokal mampu bersaing dengan pemain global tergantung pada kemampuan kapital,SDM, teknolgi dan jejaring distribusi yang bisa dibangun pemain lokal dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.Jika perundang-undangan misalkan secara tegas mengatur pemain retail raksasa hanya boleh bermain di sektor hypermarket dan tidak tidak boleh merambah supermarket, mini market dst. pasti pemain lokal boleh bernafas lega karena pesaing raksasa tidak akan mengganggunya. Tapi peraturan yang begitu pasti tidak akan pernah dikeluarkan oleh pemerintah karena invisible hand (tangan-tangan bayangan) pasti akan berusaha merubah isi peraturan yang tegas menjadi kata-kata yang bias (grey area)sehingga bisa menimbulkan berbagai tafsir yang berbeda tergantung siapa yang menafsirkan dan kepentingan mana yang ikut bermain.Semoga saja masih ada pemimpin bangsa Indonesia yang bersedih hati melihat rakyat Indonesia ngantri minyak tanah,sulit usaha tempe tahu, banyak yang bangkrut usaha ternak, garment,sepatu, dan banyak pasar tradisional yang bangkrut karena pelanggannya pada beli di supermarket, hypermarket. Komplitlah penderitaan bangsa Idonesia, jika akibat globalisasi, penguasa asing telah memiliki idosat, telkom, perbankan, penerbangan, maka tinggalah bangsa Indonesia ini menjadi penonton di negeri sendiri dan sekaligus penyewa tanah di tanah airnya sendiri, karena bisa jadi semua apartemen dan gedung perkantoran sahamnya sudah dibeli investor luar negeri. Adakah pemimpin bangsa Indonesia yang sedih memikirkan hal ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu dampak globalisasi investasi dan perdagangan ialah masuknya investor asing ke Indonesia termasuk sektor retail. Apakah pemain lokal mampu bersaing dengan pemain global tergantung pada kemampuan kapital,SDM, teknolgi dan jejaring distribusi yang bisa dibangun pemain lokal dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.Jika perundang-undangan misalkan secara tegas mengatur pemain retail raksasa hanya boleh bermain di sektor hypermarket dan tidak tidak boleh merambah supermarket, mini market dst. pasti pemain lokal boleh bernafas lega karena pesaing raksasa tidak akan mengganggunya. Tapi peraturan yang begitu pasti tidak akan pernah dikeluarkan oleh pemerintah karena invisible hand (tangan-tangan bayangan) pasti akan berusaha merubah isi peraturan yang tegas menjadi kata-kata yang bias (grey area)sehingga bisa menimbulkan berbagai tafsir yang berbeda tergantung siapa yang menafsirkan dan kepentingan mana yang ikut bermain.Semoga saja masih ada pemimpin bangsa Indonesia yang bersedih hati melihat rakyat Indonesia ngantri minyak tanah,sulit usaha tempe tahu, banyak yang bangkrut usaha ternak, garment,sepatu, dan banyak pasar tradisional yang bangkrut karena pelanggannya pada beli di supermarket, hypermarket. Komplitlah penderitaan bangsa Idonesia, jika akibat globalisasi, penguasa asing telah memiliki idosat, telkom, perbankan, penerbangan, maka tinggalah bangsa Indonesia ini menjadi penonton di negeri sendiri dan sekaligus penyewa tanah di tanah airnya sendiri, karena bisa jadi semua apartemen dan gedung perkantoran sahamnya sudah dibeli investor luar negeri. Adakah pemimpin bangsa Indonesia yang sedih memikirkan hal ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
