Apa Sanksi buat Retailer Nakal?

Di kompas hari Jumat tanggal 14 Maret 2008, ada sebuah surat pembaca dari Rita Marina dari Jakarta, yang mengemukakan kekecewaannya setelah membeli barang “BM” dari Carrefour. Berikut ini bunyi suratnya :

 

Elektronik ”BM” di Carrefour

Tanggal 29 Januari 2006 saya membeli satu set TV plasma merek LG (type 42PX3) di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dengan harga Rp 16.599.000. Saat itu diberikan kartu jaminan asli LG sehingga tidak curiga tentang asal-usul TV tersebut. Pertimbangan membeli barang elektronik di Carrefour karena dekat dengan tempat tinggal.

Tanggal 15 Januari 2008 (belum dua tahun dari saat beli) TV tersebut tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan lagi. Segera saya menghubungi Pusat Pelanggan LG yang tertulis pada kartu garansi LG dari Carrefour. Setelah diperiksa teknisi LG, ternyata TV dimaksud berasal dari Black Market (”BM”)/produk ilegal yang masuk ke Indonesia. Ini dapat diketahui berdasarkan nomor seri yang tercantum pada TV plasma (401HJF52244) yang dinyatakan bukan manufactured code LG.

Akibatnya, Pusat Pelanggan LG menolak untuk melakukan perbaikan atas TV yang bukan dirakit oleh LG. Namun, dengan sedikit memaksa akhirnya TV diperbaiki dengan biaya Rp 2.515.205. Saya telah mengirim surat kepada pimpinan Carrefour pada tanggal 13 Februari 2008 tentang komplain atas hal tersebut yang sangat merugikan konsumen dan meminta agar TV ilegal tersebut dapat ditarik untuk diganti dengan produk LG yang asli.

Namun, hingga saat ini tidak ada tanggapan dari pihak Carrefour. Sesuai penjelasan dari pihak LG Electronic Indonesia (LGEI), Carrefour melakukan hal tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan merugikan pihak lain, dalam hal ini LGEI, dan konsumen. Konsumen yang menjadi korban Carrefour sudah cukup banyak. Bahkan, LGEI pun pernah mempermasalahkan hal ini ke Carrefour, dan Carrefour sudah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Rita Marina Jalan Sekolah Duta I, Jakarta Selatan

Kalau terhadap retailers seperti ini, apa sanksinya ya? Menjual barang yang semestinya tidak dijual di Indonesia. Dan kalau sudah begitu apakah memasukkannya ke Indonesia juga melalui jalur yang benar?

Apa pendapat anda? Kalau saya sih…. Tidak Tahu ya karena memang saya tidak tahu.

Ada yang bisa memberi pencerahan?

 

 

3 thoughts on “Apa Sanksi buat Retailer Nakal?

  1. bisa jadi itu adalah TV impor yg garansinya tidak berlaku di indonesia (tapi berlaku di luar negri)

    seharusnya dalam hal ini pihak carrefour memberi penjelasan sebelum konsumen membeli, paling tidak mereka bisa membantu mengurus garansi / menanggung sebagian / seluruh biaya

  2. “PERTIMBANGKAN” kasus ini mirip sekali dengan saya hanya beda brand. Waktu itu yg saya beli samsung 29″.. Belum ada setahun tv tsb bermasalah, saya hubungi pihak samsung. setelah teknisinya kerumah dan melihat2 tv tsb sambil membawa list dia bilang s/n(Serial Number) TV saya tidak ada di list dan ini adalah barang BM..Tanpa curiga apa2 saya tanya kpd teknisi tsb “emangnya situ ga bisa benerin? kl bisa brp biayanya?” Dia bilang ke sy 1,5jt. Dng agak kesal karena biaya yg diminta hampir separuh dr harga belinya(huh..) dan sedikit curiga sy bilang ke dia “ok nanti sy kabarin lg” Setelah dia pergi dari rumah saya.. karena sedikit kecurigaan dan rasa penasaran saya langsung hubungi central officer samsung di indonesia yg biasanya bisa di cari di kartu garansi. Setelah ngomong panjang lebar dng customer service pihak samsung.. saya sangat lega karena serial number tv yg sy beli ada di database sistem mereka dan masih bergaransi!! Sangat disayangkan si teknisi tadi ga kecatet nomer tlp dan namanya, kl tau mungkin akan sy laporkan krn bisa merugikan konsumen dan brand tsb.. atau mungkin penyalurnya.

    Kesimpulan : Banyak teknisi yg mencari uang pribadi dengan mengatakan barang kita yg notabene masih bergaransi dibilang barang BM. Dgn begitu kalau mereka service barang milik kita sudah tentu uangnya bisa langsung masuk saku mereka.

    Cuma sekedar share aja.. Kl ada salah2 omongan mohon maaf.. Make to PEACE!!(hehehe.. kaya slank aja)

  3. sebagai retail terbesar malu donk

    klo w jd direktur nya, w ganti tuh TV

    w jg pernah sich beli MIC WIRELESS
    pas pertama gw beli, ngga w coba dulu, kemudian langsung w bawa plg, eh gk taunya rusak patah juga lagi, hufhh, gmana sech brg jelek kok taro di di tempat penjualan, kemudian w ganti dpt yg bgs tuh kemasannya, eh pas gw coba d rumah malah gk bisa jg, cape gw, and akhirnya gk w balikin

    CARREFOUR NYUSAHIN W AJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.