Year End Sale? Just Be Careful…

Yap… Hati-hati dengan tawaran segala macam sale atau discount akhir tahun yang sebentar lagi akan banjir bak tsunami. Entah itu International Brand atau merek lokal, semua akan menggunakan jurus yang sama, yakni Discount … Potong Harga.

Saat krisis seperti sekarang ini, baik produsen maupun retailer, berusaha mati-matian menyelamatkan bisnisnya. Terlebih sudah menjelang tutup tahun. Entah target penjualan yang belum tercapai, atau target keuntungan yang masih jauh dari harapan. Semua coba digedor dengan segala macam cara menjelang akhir tahun ini. Karena meskipun krisis, masih ada beberapa peluang yakni akan adanya penurunan harga Premium sebesar Rp. 500 dan juga bonus akhir tahun, yang sedikit banyak akan membantu daya beli masyarakat.

Hal tersebut tidak ada yang salah. Yang salah adalah kita sebagai konsumen kalau tidak hati-hati. Kenapa? Coba renungkan beberapa hal berikut:

  • Benarkah anda benar-benar butuh dengan barang yang akan anda beli di Year End Sale sekarang ini? Kalau memang belum membutuhkan, tunda pembelian. Karena saat krisis seperti ini cobalah lebih bijak dalam mengeluarkan uang dan bertindaklah lebih rasional.
  • Discount? Benarkah benar-benar discount? Sudahkah anda cek harga sebelum discount? Sudah jamak, hal nakal yang dilakukan entah itu produsen atau retailer, yakni menaikkan harga sebelum discount. Jika anda memang sudah sejak lama memantau harga barang dan yakin bahwa harga setelah didiskon memang benar-benar murah dan tentu saja seperti point pertama, anda butuh, ya ..beli aja.
  • Apakah barang yang didiskon tersebut barang display, cacat?  Salah satu trik yang sering dipakai yakni barang yang lama dipajang dan tidak laku, harganya dipotong gedhe sekali. Tujuannya yakni biar barang tersebut cepat habis dan si retailer dapat segera order barang yang baru lagi. Sedangkan barang yang lain dikenakan harga regular, ataupun kalau diskon ya kecil tidak sebesar barang display.  Atau bisa juga barang yang cacat atau mungkin sudah diretur oleh konsumen karena ada kerusakan, dari pada mangkrak di gudang ya mending di sale. Pastikan saja hal tersebut dengan si penjual. Masuk kategori mana barang tersebut.
  • Yang didiskon barang yang mana? Jangan terkecoh dengan iklan. Karena untuk menarik traffic pengunjung/pembeli yang ditampilkan di iklan adalah barang dengan potongan paling besar. Perhatikan juga kata-kata Up to xx%. Angka di xx tadi angka yang paling besar. Padahal mungkin jumlahnya tidaklah terlalu banyak.

Jadi hati-hatilah!

2 thoughts on “Year End Sale? Just Be Careful…

  1. di era global kita biasa bersaing secara kompetitif untuk menjadi yang terbaik diantara pebisnis yang lain. salah satunya retail, usaha pendekatan terhadap konsumen agar pola hidup praktis, ekonomis dan efisien bisa didapat dengan mudah pada waktu kita membutuhkan barang. memang konsumen begitu dimanjakan dengan adanya ini, namun konsumenlah yang berhak menjabat sebagai pembuat keputusan, apakah mau belanja di retail medern (mini/super market)atau traditional. semuanya mengikuti kebutuhan tututan zaman dan kepraktisan hidup. disini memang kadang retailer bermain tidak bersih, namun tidak semua demikian terhadap sikap untuk menjaga kepercayaan dan loyalitas dari konsumen. semua butuh proses dan tidak mungkin akan dihancurkan dengan hanya kesalahan yang jelas seperti, jual barang tidak berkualitas. akhirnya saya berpesan, konsumenlah penentu,semua harus jeli, baik retailer maupun konsumen, dan berujung pada kepuasan konsumen…

    ,warm regard;
    retailer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.