<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kita Nggak Butuh Mall</title>
	<atom:link href="http://indonesiaretail.com/2009/03/07/kita-nggak-butuh-mal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiaretail.com/2009/03/07/kita-nggak-butuh-mal/</link>
	<description>Delivering Most Updated Indonesia Retail News</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 05:51:22 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Herwin Adriansyah</title>
		<link>http://indonesiaretail.com/2009/03/07/kita-nggak-butuh-mal/comment-page-1/#comment-302</link>
		<dc:creator>Herwin Adriansyah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 09:20:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaretail.com/?p=168#comment-302</guid>
		<description>ya... memang ide untuk thematik mal sudah mengudara sejak beberapa tahun silam.... tapi sangat disayangkan tidak semua mal thematik berhasil menjaring pengunjung...

hal sederhana, kalau kita pergi ke mal bersama keluarga, maka semua anggota keluarga kita harus bisa menikmati fasilitas yang ada di mal tersebut...

kalau ada anggota keluarga yang tidak terakomodasi kebutuhannya pasti bubar jalan atau pindah ke mall lain...

dari sisi pemain retail, semakin tersegment si pengunjung mall berarti segmentasi calon customer juga akan semakin terbatas...
ujung-ujungnya ya omset menurun...

so... forget about thematik mall kecuali developernya punya duit lebih dan idealisme tinggi untuk mempertahankan konsepnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya&#8230; memang ide untuk thematik mal sudah mengudara sejak beberapa tahun silam&#8230;. tapi sangat disayangkan tidak semua mal thematik berhasil menjaring pengunjung&#8230;</p>
<p>hal sederhana, kalau kita pergi ke mal bersama keluarga, maka semua anggota keluarga kita harus bisa menikmati fasilitas yang ada di mal tersebut&#8230;</p>
<p>kalau ada anggota keluarga yang tidak terakomodasi kebutuhannya pasti bubar jalan atau pindah ke mall lain&#8230;</p>
<p>dari sisi pemain retail, semakin tersegment si pengunjung mall berarti segmentasi calon customer juga akan semakin terbatas&#8230;<br />
ujung-ujungnya ya omset menurun&#8230;</p>
<p>so&#8230; forget about thematik mall kecuali developernya punya duit lebih dan idealisme tinggi untuk mempertahankan konsepnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudy</title>
		<link>http://indonesiaretail.com/2009/03/07/kita-nggak-butuh-mal/comment-page-1/#comment-287</link>
		<dc:creator>Rudy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 04:31:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaretail.com/?p=168#comment-287</guid>
		<description>Maksudnya Harvey Nichols kali kalo utk Dept Store. Kalo Harvey Norman bukan Dept Store kan...
Pelan2 mall kita memang banyak berubah. Transformasi sedang terjadi meski melalui bbrp mall kelas atas yang baru. Sptnya mal2 baru byk menawarkan konsep kenyamanan total...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maksudnya Harvey Nichols kali kalo utk Dept Store. Kalo Harvey Norman bukan Dept Store kan&#8230;<br />
Pelan2 mall kita memang banyak berubah. Transformasi sedang terjadi meski melalui bbrp mall kelas atas yang baru. Sptnya mal2 baru byk menawarkan konsep kenyamanan total&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Noor Rakhman Erwiyanto</title>
		<link>http://indonesiaretail.com/2009/03/07/kita-nggak-butuh-mal/comment-page-1/#comment-203</link>
		<dc:creator>Noor Rakhman Erwiyanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 10:38:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaretail.com/?p=168#comment-203</guid>
		<description>Saat ini saya belum bisa melihat sebuah Mall yang berhasil tanpa adanya retail yang menunjang sebagai tempat belanja
Tren di masa yang akan datang Mall adalah tidak sekedar tempat belanja tetapi juga sebagi tempat untuk rekreasi
Sehingga para periteil tidak saja menampilkan dagangan yang menarik tetapi juga desain layout yang nyaman serta visual merchandiser yang pas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya belum bisa melihat sebuah Mall yang berhasil tanpa adanya retail yang menunjang sebagai tempat belanja<br />
Tren di masa yang akan datang Mall adalah tidak sekedar tempat belanja tetapi juga sebagi tempat untuk rekreasi<br />
Sehingga para periteil tidak saja menampilkan dagangan yang menarik tetapi juga desain layout yang nyaman serta visual merchandiser yang pas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

