Stimulus 455 Milyar untuk Pasar Tradisional, Lalu?

Pada peresmian Bandara Internasional Adi Soemarmo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan adanya stimulus ekonomi di tahun 2009. Salah satu yang mendapat stimulus ini antara lain adalah bidang pembangunan tradisional sebesar 455 milyar rupiah.

Pertanyaannya adalah bagaimana bentuk pasar tradisional yang akan dibangun dengan dana sebanyak itu? Akankah ada kebakaran di pasar tradisional dan selanjutnya muncul bangunan megah yang dipenuhi kios-kios mahal dan adanya anchor tenant yang tidak berhubungan bahkan bertentangan dengan pasar tradisional?

Sudah banyak contoh buruknya pengelolaan pasar tradisional oleh pemda setempat. Mulai dari tidak tersedianya parkir yang memadai, buruknya pengelolaan sampah hingga baunya yang menusuk hidung dan kemudian menjadi ciri khas pasar tradisional. Belum lagi kondisi bangunan yang tak terawat. Sehingga muncul istilah PASAR TRADISIONAL atau bahkan muncul istilah lain yakni PASAR BECEK.

Kalau sudah becek, kemudian pengelolanya mengajukan anggaran untuk perbaikan. Dan apa yang dilakukan? Bekerja sama dengan pihak swasta, dan hasil renovasi pasar tersebut dijual lagi ke pemilik kios semula dengan harga setingi langit. Lebih parahnya pembangunannya dimulai dengan kebakaran terlebih dahulu. Entah sudah berapa puluh pasar yang terbakar dan kemudian muncul bangunan baru dengan harga mahal.

Betulkah pasar indentik dengan tradisional? Siapa bilang! Sudah ada contoh nyata dan berhasil. Cuma sayangnya itu yang melukan pihak swasta, bukan pemerintah! Contoh paling nyata ada di Tangerang. Yakni Pasar Modern BSD dan dan Sinpasa Serpong. Bahkan Pasar Sinpasa berdampingan alias bersebelahan dengan Summarecon Mal Serpong [SMS]. Matikah Sinpasa Serpong? Tidak! Bahkan pengunjung SMS adalah pengunjung Sinpasa juga. Hal itu bisa terjadi karena apa yang dicari pengunjung SMS disediakan oleh Sinpasa Serpong.

Parkir yang memadai, baik itu mobil maupun sepeda motor, bahkan parkiran sepeda. Tempat yang dijaga kebersihannya. Baik itu pengelola pasar maupun para pedagang. Harga? Pembeli bisa menawar tuh. Satu hal yang tidak didapat di hypermarket. Apalagi? Jenis barang? Mulai dari sayuran yang segar nan melimpah ruah, ikan, daging sapi, ayam, bahkan daging babi pun ada. Dan tempat untuk menjual daging babi dipisahkan dari para pedagang yang lain.

Semua itu bergantung kepada NIAT DAN KEMAUAN pihak pemerintah dalam membangun pasar tradisional. Pemerintah yang bersih dari Korupsi dan Nepotisme niscaya akan dapat mewujudkan ide sederhana yang berserakan disekitar kita namun selama ini enggan untuk diwujudkan.

One thought on “Stimulus 455 Milyar untuk Pasar Tradisional, Lalu?

  1. stimulus untuk pembangunan infrastruktur pasar sedemikian besar tidak akan membantu pedagang kecil yang kian hari kian terjepit oleh kehadiran hypermarket di seluruh penjuru kota…

    kita coba ingat beberapa tahun lalu ketika pemain hypermarket hanya ada makro, alfa dan goro…

    semuanya dibatasi dengan memproteksi keberadaan pedagang kecil…
    lokasi hanya di pinggir kota, untuk berbelanja harus menjadi member…

    bentuk-bentuk proteksi yang secara tidak langsung akan memberi angin kehidupan bagi pedagang kecil…

    sementara saat ini… dalam radius 2,5 km dari rumah saya saja… ada 2 pemain hypermarket… jelas saja pasar tradisional kalah bersaing…

    tanpa proteksi dari pemerintah bagi pedagang kecil… pasar yang dibangun menggunakan stimulus akan kosong dan tidak bisa bersaing dengan hypermarket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.