Aug
22
Retail War, Who’s The winner?
Filed Under Carrefour
Perang Hypermarket di Segala Lini
Persaingan antara Carrefour dan Hypermart mulai memasuki babak baru, yang mungkin lebih dahsyat dibanding babak sebelumnya. Hal ini bermula dari rencana penutupan Outlet Carrefour yang berada di Pluit Village.
Pluit Vilage sendiri merupakan penjelmaan dari Mega Mall Pluit. Sebuah Mall yang cukup besar di kawawasan Pluit. Sebelum Carrefour masuk ke Mega Mall Pluit, sebuah Hypermarket besar pernah menghuni mall ini yakni Wal-Mart. Seiring dengan tumbangnya Wal-Mart di Indonesia, tutup pulalah outlet Wal-Mart di Pluit.
Di tahun 1998 Carrefour membuka cabang di Mega Mall Pluit dengan perjanjian kerjasama dengan pengelola mall selama 20 tahun. Jika dihitung 20 tahun sejak tahun 1998 berarti perjanjian itu akan berakhir tahun 2018.
Tapi cerita berjalan lain, karena sejak 2 tahun lalu, Mega Mall ini diakusisi oleh Lippo Group. Cukup mudah mengenali bahwa Mega Mall ini dimiliki oleh Lippo Group. Karena website resmi dari Mega Mall Pluit ini adalah di domain yourlippomall.com http://www.yourlippomall.com/mall/pluit/.
Dibalik itu semua, tercuat isu bahwa sebenarnya penutupan Carrefour ini sehubungan dengan adanya rencana pembukaan jenis usaha sama yang berada di bawah Lippo Group. Tak lain dan tak bukan adalah Hypermart. Menyerahkah Carrefour? Sepertinya tidak, disamping sudah mendirikan Carrefour di area yang sama yakni di Emporium Pluit, Carrefour pun melibatkan Keduataan Besar Perancis di Ind0nesia dalah kasus ini.
Dan berhentikah usaha serupa dari Pihak Lippo dalam kasus ini. Ternyata usaha yang sama dilakukan terhadap Carrefour di Palembang Square. Dan jika kita telisik lebih jauh, ternyata beberapa Carrefour berada di Mall yang merupakan milik dari Lippo Group, antara lain, Carrefour Tamini Square, Careefour Medan Fair.
So? Who’s The Winner?
Comments
One Response to “Retail War, Who’s The winner?”
Leave a Reply






hmm… menarik memang kompetisi dari dua pemain hypermarket ini…
jika ditanya siapa yang akan menjadi pemenang, mungkin hanya konsumen yang bisa menjawab…
mana yang bisa lebih memikat hati konsumen dari ragam merchandise yang ada, kualitas dari barang, lokasi store/outlet dan tentunya yang paling penting adalah harga…
jika melihat kasus yang disampaikan… disini terlihat trik dan muslihat atau bahasa kerennya strategi dari lippo group dengan menggunakan senjata dari divisi lainnya…(DIVISI PROPERTY)…
Carrefour pun tak hilang akal dengan menggunakan senjata dari DIVISI POLITIK…
ya… selama persaingan dengan menggunakan cara-cara yang elegant tentunya akan membangun iklim usaha yang sehat dan akan menguntungkan konsumen..
tetapi bila persaingan didasari dengan cara yang sangat arogan atau licik.. ya ujungnya sih konsumen yang dirugikan…