Aug
29
Godaan Wholesales bagi Retailer
Filed Under Analysis
Dalam dunia perdagangan saat ini, jamak ditemui sebuah perusahaan perdagangan yang menjalankan dua hal yakni sebagai wholesaler,distributor, atau agen, dan juga sebagai retailer. Ada devisi khusus yang melakukan penjualan secara partai besar ke pihak tertentu, baik itu dealer, atau retailer skala kecil. Dan devisi yang membidangi penjualan khusus retail alias eceran alias penjualan ke konsumen akhir.
Hal tersebut diatas terlihat tidak menjadi masalah. Tetapi jika kita telisik lebih dalam, terdapat masalah penting yang berefek cukup signifikan terutama ke manufaktur. Misalnya seperti ini, sebuah retailer modern membeli dalam jumlah besar suatu produk guna memenuhi kebutuhan penjualan tokonya. Nah suatu saat, ternyata retailer ini mengalami kesulitan dalam menjual produk tersebut, padahal stok di gudang masih menumpuk.
Tentu hal ini menimbulkan masalah yang cukup pelik, stok menumpuk berarti uang tidak berputar seperti yang diharapkan, dan pasti retailer berpikir keras untuk menghabiskan stok yang ada. Salah satu cara yang sering dilakukan oleh retailer adalah menjual lagi ke retailer tradisional dengan harga yang sudah didiskon. Tujuannya jelas, agar uang segera berputar.
Masalahnya adalah umumnya untuk retailer tradisional, manufaktur sudah menetapkan sendiri jalur distribusi barang ke toko tersebut. Tipe barang, harga, sudah didesain sedemikian rupa, biar terjadi persaingan dan perdagangan yang sehat.
Jika retailer modern ternyata juga melemparkan barangnya ke tradisional hal ini membuat perdagangan menjadi tidak sehat. Toko tradisional yang seharusnya menjadi jatah bagi distributor resmi, ternyata direbut oleh retailer modern. Harga pasti turun. Karena penawaran menjadi berlebih.
Seperti dikemukakan di atas, hal tersebut tidak menjadi masalah jika retailer tersebut memang mempunyai dua devisi khusus yang berbeda tugasnya. Yakni sebagai distributor dan juga sebagai retailer. Sebagai distributor margin yang didapatkan tentu lebih tipis, dan lebih bertumpu pada perputaran barang yang cepat, sehingga pendapatan meningkat pula. Dan sebaliknya sebagai retailer, dia akan mendapatkan margin yang lebih tinggi. Karena harga yang dia tetapkan tidak mungkin lebih rendah dibandingkan dengan toko-toko yang mengambil barang ke dia.
Dan karena hal tersebut, mengakibatkan secara penjualan juga tidak terlalu besar, yang belum tentu dapat menutup biaya operasional toko yang bersangkutan. Maka banyak perusahaan berjenis tersebut, distributor dan retailer sekaligus, menggunakan outlet-outletnya sebagai sentra distribusi di area tertentu.
Comments
Leave a Reply



