Mushola Please . . .

Posted by mobile phone:
Salah satu hal yang paling tidak saya sukai tentang Mal adalah ketiadaan Mushola yang representatif. Bagi umat Islam, mushola bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang muslim. Sehari paling tidak 5 kali kita diwajibkan melakukan sholat dan sangat disarankan melakukannya di Mushola atau Masjid.

Dan mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, jadi kenapa para pengelola melupakannya? Saya tahu bahwa mereka telah menyediakannya, tetapi mayoritas berada di tempat yang amat sangat tidak layak.

Mayoritas mal yang pernah saya kunjungi, menempatkan mal berada tidak jauh bahkan satu kesatuan dengan tempat parkir, dan juga toilet. Sungguh ironis, tempat yang begitu mulia kedudukannya, tetapi sangat tidak layak penempatannya. Tidakkah ini sebuah penghinaan?

Hanya segelintir Mal yang memperlakukan Mushola dengan sangat terhormat, kalau boleh saya sebutkan disini, yakni Plasa Senayan dan Pasific Place. Mushola yang bersih, indah, sungguh nyaman melakukan sholat disana.

Berkebalikan dengan Mal kelas menengah ke bawah, karena letak Mushola yang tidak representatif tadi, seringkali berpengaruh ke fasilitas yang ada, sumpek, panas, karpet yang tidak pernah dicuci, dan tidak ada tempat khusus buat berwudhu. Dimana tanggung jawab pengelola terhadap kebutuhan dan kenyamanan konsumen? Sebegitu kejamkah anda sehingga hanya tertarik dengan isi dompet kami saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.