BCA digusur Bank Mega di Carrefour?

Di bulan April ini, dunia retail Indonesia diguncang gempa, saat ada pengumuman bahwa saham Carrefour Indonesia diakusisi oleh Chaerul Tanjung, melalui salah satu perusahaannya yakni Trans Retail dengan nilai lebih dari 300 juta dollar.

Dilihat dari kacamata bisnis, jelas transaksi ini menguntungkan kedua belah pihak. Bagi Chaerul Tanjung dengan masuknya Carrefour Indonesia ke salah satu kantong bisnisnya, merupakan salah satu langkah awal untuk memasuki dunia retail setelah sebelumnya Trans Lifestye lebih dulu terjun dengan menggandeng Brand-Brand kelas dunia ke Indonesia.

Dengan itu pula membuka pula kesempatan untuk Bank Mega [Bank dibawah Para Group] untuk mendukung program promosi Carrefour secara finansial. Karena sekarang ini seperti diketahui Carrefour telah menjalin kerjasama dengan BCA dengan meluncurkan kartu keanggotaan Carrefour, dengan berbagai macam tawaran yang menarik. Akankah BCA digusur oleh Bank Mega?

Disisi lain, akusisi ini menguntungkan pihak Carrefour, yakni diakui atau tidak kedekatan Chaerul Tanjung dengan pusat kekuasaan saat ini akan memberikan keuntungan secara politis dalam menghadapi berbagai masalah yang selama ini menerpa, salah satunya yang terberat adalah tentangan atas akusisi Carrefour terhadap Alfa.

Menilik dari kasus peritel asing di negara-negara lain, berpartner dengan pengusaha lokal merupakan satu poin penting untuk menjaga kelangsungan usaha. Partner lokal sedikit banyak lebih mengerti pasar lokal dengan pendekatan tersendiri, sedangkan investor asing selain membawa modal juga membawa ilmu dan manajemen retail untuk diterapkan disini. Jadi gabungan faktor-faktor tersebut akan memperkuat bisnis retail di Indonesia.

Sayangnya hal itu agak terlambat dilakukan Carrefour Indonesia, dilakukan setelah lebih dari 10 tahun hadir di Indonesia, baru mereka berpartner dengan pengusaha lokal. Meskipun dulu pada waktu masuk, mereka menggandeng Sinar Mas Group, tetapi dengan porsi yang minimal, sehingga dukungannya tidak terlalu kuat.

Walaupun terlambat, langkah ini patut dipuji. Pemilihan partner lokal yang tidak sembarangan, dengan track record yang bagus akan membawa image yang lebih baik di mata masyarakat Indonesia. Karena diakui atau tidak, image masyarakat terhadap Carrefour mulai tergerus setelah tersandung berbagai masalah, dan Carrefour Indonesia seperti dijadikan ‘sasaran tembak bersama’, entah itu dari supplier, pedagang pasar tradisional, dan KPPU. Belum lagi persaingan yang semakin ketat baik dari Hypermart maupun Makro yang menjelma menjadi Lottemart.

One thought on “BCA digusur Bank Mega di Carrefour?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.