Don’t Shop Til You Drop

Filed Under Analysis 

Tahukah anda arti dari “Shop til u drop” ? Jika tidak tahu, silahkan berkunjung ke sini. Saya sendiri 100% tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Saya yakin, meskipun tidak tahu siapa yang mengungkapkan pertama kalinya, pasti orang tersebut berlatar belakang Sales atau Marketing. Karena tujuannya jelas, semakin banyak uang yang anda keluarkan, semakin bahagia mereka. Sedangkan anda?

Jadi, kenapa kita tidak memikirkan ulang pernyataan tersebut jika memang tidak membuat kita bahagia. Mungkin anda tidak setuju dengan saya. Banyak diantara kita yang menjadikan kegiatan belanja sebagai pelepas stress. Punya masalah di kantor, di rumah, akhirnya pelariannya ke belanja lagi belanja lagi.

Masih ingatkah anda  pada tujuan pertama kali punya kartu kredit? Saya yakin, mayoritas diantara kita bilang buat jaga-jaga, kalau kita tidak membawa uang yang cukup saat belanja. Saya tidak tahu apakah alasan tersebut masih dipakai saat ini. Bisa jadi alasan tersebut dipakai buat generasi yang sebelum Generasi Y.  Dan alasan yang dipakai generasi sekarang pasti sudah bergeser. Kenapa?

Jika anda perhatikan iklan-iklan kartu kredit beberapa tahun terakhir ini, hal yang ditonjolkan adalah pemegang kartu kredit akan mendapatkan sejumlah diskon tertentu baik itu dari retailer, restoran, bahkan bioskop. Satu hal yang sangat jarang dijumpai terutama di awal tahun 2000an. Silahkan buka koran hari Jum’at, mayoritas halaman berisikan iklan-iklan yang bertujuan menarik pembeli pada weekend yang dimulai hari Jum’at tersebut. Yang paling agresif jelas para retailer, entah itu Carrefour, Giant, Hypermart, masing-masing bisa menguasai satu halaman penuh iklan di koran.

Jadi dari sini kelihatan mulai ada pergeseran fungsi kartu kredit yang semula menjadi alat emergensi menjadi alat utama dalam hal belanja. Bahkan menjadi kartu diskon, atau kartu keanggotaan dari satu retailer tertentu. Dan barang-barang yang dibeli pun mulai variatif, yang dulu kala sangat tidak dianjurkan untuk consumer goods, atau bioskop, justru saat ini anjuran tersebut dilanggar karena buat para merchant, hal tersebut merupakan titik lemah konsumen. Begitu ada diskon sekian persen, atau buy 1 get 1, wusss serbuan konsumen sampai antri panjang.

Jadi apa sebaiknya anda menyikapinya?

Bayar begitu tagihan datang, itulah yang saya lakukan selama ini, meskipun mulai terkikis kebiasaan itu karena tagihannya mulai membengkak. Keuntungan kalau kita bayar sekaligus adalah kita tidak dikenakan bunga oleh bank atas jumlah belanja kita. Hanya dikenakan biaya pembayaran, berkisar 5000 rupiah. Jadi kartu kreditnya lebih berfungsi seperti kartu debit saja, cuma berbeda di waktu.

Kalau memang terpaksa tidak bisa membayar sekaligus, buatlah menjadi cicilan tetap, syukur-syukur saat anda belanja ada program 0%, walaupun anda harus teliti benar apakah program tersebut benar-benar tanpa bunga. Cermati perhitungan pembayarannya.

Dan cara terakhir, meskipun sangat tidak disarankan, yakni bayarlah sejumlah minimum  yang  harus dibayar. Anda pasti dikenakan bunga, dan jika anda saat masih punya tagihan kemudian masih belanja dengan kartu kredit, dipastikan beban anda semakin lama semakin berat. Ingat jumlah hutang anda disarankan maksimum 30% dari jumlah pendapatan anda. Jadi tidak hanya hutang kartu kredit saja yang dihitung bagian dari hutang, tetapi hutang yang lain-lain.

Bagaimana biar kita tidak tergoda menjadi Shopaholic?

Saran pertama, jangan pergi ke Mall, karena Mall adalah tempat belanja atau pasar bukan tempat wisata. Jadi memang tidak salah jika anda banyak keluar uang kalau pergi ke mall, karena memang disana tempatnya.  Dan antisipasinya gampang, jangan pergi ke sana. Simpel kan? Masih banyak tempat yang bisa dijadikan tempat untuk menghilangkan stress.

Kalaupun anda harus pergi ke mall, dan harus membeli sesuatu maka belilah yang memang anda butuhkan bukan anda inginkan. Belilah barang yang memang diperlukan. Dan tidak ada tujuan selain itu. Karena, disanalah berisi jutaan godaan buat dompet anda.

Comments

2 Responses to “Don’t Shop Til You Drop”

  1. sutrio on July 22nd, 2010 8:32 pm

    jadikan window shoping itu hoby…caranya bawa duit dalam dompet maksimal 50 ribu, atm yang dibawa hanya berkisar 100 ribu….wkwwkwkwkw…saya sudah mencobanya….efektif

  2. Indonesia Retail on July 23rd, 2010 6:30 am

    Kalau di weekend sama keluarga ke mall, angka yang keluar sekitar itu. Masalahnya, kalau setiap minggu ke mall,lumayan juga anggaran buat itu…

Leave a Reply




Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

blog-indonesia.com Follow indonesiaretail on Twitter Kraukk.com No.1 Online Seafood Store in Indonesia, More Delicious, Easier Than Other Blogarama - The Blog Directory Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Digg! Indonesia Retail

Create Your Badge
  • Tags

    7-Eleven Alfa Alfamart bank mandiri BI Rate Books BSD Carrefour Dahon Discount Electronic City Electronic Solution Giant Gramedia Grand Indonesia Handphone hypermarket Hypermart Idul Fitri indomaret inflasi Iphone Jakarta Jakarta Great Sale kartu debit Kuliner Lotte Makro Mal Mall Minimarket Mobile Phone Modern Market Pasar Modern BSD Pasar Tradisional Polygon puasa retailer Samsung sepeda sepeda lipat Serpong Shimano Singapore Great Sale Tesco
  • Meta