Category Archives: Analysis

Ada Apa Dengan Hypermart?

Beberapa hari lalu, Hypermart mengoperasikan cabangnya yang paling baru yakni di Pinangsia Karawaci. Agak membingungkan juga langkah Hypermart tersebut. Kenapa? Continue reading Ada Apa Dengan Hypermart?

Facebook; Sarana Buat Berteman atau Berdagang?

Siapa yang tidak kenal Friendster atau Multiply? Situs jejaring sosial yang lebih dulu mengguncang dunia di pertengahan era 2000an.  Jauh sebelum facebook atau twitter, dua situs tersebut lebih dulu digandrungi internet mania terutama di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Continue reading Facebook; Sarana Buat Berteman atau Berdagang?

Don’t Shop Til You Drop

Tahukah anda arti dari “Shop til u drop” ? Jika tidak tahu, silahkan berkunjung ke sini. Saya sendiri 100% tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Saya yakin, meskipun tidak tahu siapa yang mengungkapkan pertama kalinya, pasti orang tersebut berlatar belakang Sales atau Marketing. Karena tujuannya jelas, semakin banyak uang yang anda keluarkan, semakin bahagia mereka. Sedangkan anda?

Continue reading Don’t Shop Til You Drop

Revolusi Pengelola Pasar Tradisional

Membaca berita ini di Bisnis Indonesia sungguh mengenaskan. Dalam berita tersebut Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan akan segera merampungkan proses peremajaan 12 pasar tradisional di Jakarta. Jika berita tersebut hanya sampai disitu mungkin biasa saja, tidak ada yang istimewa. Continue reading Revolusi Pengelola Pasar Tradisional

BCA digusur Bank Mega di Carrefour?

Di bulan April ini, dunia retail Indonesia diguncang gempa, saat ada pengumuman bahwa saham Carrefour Indonesia diakusisi oleh Chaerul Tanjung, melalui salah satu perusahaannya yakni Trans Retail dengan nilai lebih dari 300 juta dollar. Continue reading BCA digusur Bank Mega di Carrefour?

Electronic Solution Serious in Bandung

Electronic Solution, salah satu Electronic Chain Store pada tanggal 1 April 2010 kemarin secara resmi hadir di Istana Plaza Bandung. Kehadiran Electronic Solution di Istana Plaza ini menunjukkan keseriusannya menggarap pasar Electronic di Bandung. Karena cabang di Istana Plaza ini merupakan cabang ke 3 Electronic Solution di Kota Bandung.

Continue reading Electronic Solution Serious in Bandung

Exhibition vs Regular Sales

Jika anda pengunjung setia pameran yang sering diadakan di JHCC Senayan Jakarta, mungkin sedikit hafal dengan pameran yang rutin diadakan di sana setiap harinya. Setiap minggu selalu ada event pameran yang diadakan disana. Temanya berubah setiap minggunya dan pasti di industri yang berbeda pula. Continue reading Exhibition vs Regular Sales

Mobile Phone, The Gadget Killer

Posted by mobile phone:
Saya memang menyebutnya demikian, Mobile Phone menjadi gadget pembunuh bagi gadget yang lain. Kenapa demikian? Tidakkah terlalu ekstrem? Continue reading Mobile Phone, The Gadget Killer

Mushola Please . . .

Posted by mobile phone:
Salah satu hal yang paling tidak saya sukai tentang Mal adalah ketiadaan Mushola yang representatif. Bagi umat Islam, mushola bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang muslim. Sehari paling tidak 5 kali kita diwajibkan melakukan sholat dan sangat disarankan melakukannya di Mushola atau Masjid. Continue reading Mushola Please . . .

Blitz Megaplex VS Cinema XXI, The Battle of Cinema Studio

Posted by mobile phone:
Kekuasaan tiada tanding selama bertahun-tahun yang dimiliki Cinema XXI (jelmaan dari Studio 21), sepertinya mulai mendapatkan tantangan yang cukup serius. Penantangnya yakni Blitz Megaplexs. Bahkan perseteruan ini sudah mulai menjangkau KPPU.

Dilihat sekilas, kedua tempat nonton film tersebut sepertinya tidaklah jauh berbeda konsepnya. Dua-duanya mengusung multi studio di satu tempat. Tempat menunggunya pun dibuat nyaman, ada tempat main game, buat nongkrong pun nyaman.

Yang membedakan adalah film yang diputar. Di Blitz terlihat lebih variatif. Misalnya film-film kelas festival dari bebeapa negara sering muncul disini, satu hal yang sulit didapatkan di Cinema XXI, yang kiblatnya lebih ke film Hollywood.

Jika ditilik dari harga tiket, Cinema XXI cenderung lebih murah, terutama di hari Senin-Jumat. Sedangkan di akhir pekan harga tiket ada penyesuaian.

Dan satu lagi adalah film Indonesia. Hal inilah yang menjadi masalah antara keduanya. Cinema XXI dituding memonopoli distribusi film Indonesia, sehingga Blitz tidak bisa memutar Film Indonesia. Hanya film Indonesia tertentu yang bisa diputar di Blitz. Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini? Kita tunggu saja.